Abstract
Sebuah karya seni memiliki kekuatan untuk memicu amarah, memantik kegelisahan, sekaligus berdaya untuk turut merayakan keyakinan-keyakinan yang kita dekap dan menenangkan perasaan kita. Relasi intim antara karya seni dengan bentuk-bentuk emosi tersebut diandaikan dan diterima. Pengandaian tersebut ditempatkan sebagai pijakan bagi isi tulisan makalah ini. Makalah ini hendak menunjukkan bagaimana tragedi, sebagai sebuah bentuk karya seni naratif, berperan dalam membangkitkan bela rasa dari perspektif filosofis Martha C. Pandangannya sekiranya berharga untuk disampaikan agar kita dapat kembali merefleksikan peran seni bagi kemanusiaan di masa pandemi ini
Cite
CITATION STYLE
Indrajaya, F. (2022). Kapasitas Tragedi dalam Membangkitkan Bela Rasa dari Perspektif Nussbaum. Jurnal Seni Nasional Cikini, 8(1), 7–12. https://doi.org/10.52969/jsnc.v8i1.108
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.