GERAKAN PAGUYUBAN PETANI VERSUS NEGARA DAN DAMPAKNYA PADA TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA SUKAMULYA

  • Amalia Rahmah D
  • Soetarto E
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Konflik agraria terjadi karena perbedaan kepentingan antara dua atau lebih aktor terhadap sumber agraria. Konflik agraria yang terjadi di Desa Sukamulya karena perselisihan antara masyarakat dan perwakilan negara, Lanud Atang Sandjaya TNI-AU. Lanud Atang Sandjaya mengklaim dan mengambil alih tanah masyarakat dan membuat masyarakat harus berjuang kembali melalui gerakan Paguyuban Petani. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk mengembalikan hak atas tanah kepada masyarakat. Ada beberapa faktor yang dapat membuat Paguyuban Petani menjadi isu nasional seperti; kepemimpinan, kolektivisme, dan kegiatan Paguyuban Petani, serta dukungan dari orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara tingkat Paguyuban Petani yang sukses dan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paguyuban Petani memiliki hubungan yang sangat lemah dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi memiliki hubungan yang cukup kuat dengan kesejahteraan sosial masyarakat di Desa Sukamulya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Amalia Rahmah, D., & Soetarto, E. (2015). GERAKAN PAGUYUBAN PETANI VERSUS NEGARA DAN DAMPAKNYA PADA TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA SUKAMULYA. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(1). https://doi.org/10.22500/sodality.v2i1.9408

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free