Abstract
Pemerintah sedang mempersiapkan Indonesia mencapai swasembada pangan, akan tetapi perlu kita ketahui bahwa persolaan utama yang akan menghambat cita-cita tersebut tercapai adalah jika produksi hasil pertanian padi menurun terutama di daerah terpencil. Ini diakibatkan karena kurangnya pengetahuan petani dalam menentukan bibit padi yang cocok untuk ditaman pada lahan pertanian. Penelitian ini diharapkan dapat membantu petani secara khusus yang belum mengerti menentukan bibit padi yang baik. Selain itu hasil penelitian ini dapat membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Dalam merancang SPK ini menggunakan metode Gap Kompetensi dengan memasukkan beberapa kriteria seperti, produksi padi perhektar, ketahanan terhadap penyakit, harga bibit, batas tanam, dan kebutuhan tanah, kriteria tersebut akan diolah sesuai aturan metode Gap Kompetensi untuk menghasilkan sebuah rekomendasi bibit terbaik. Penelitian ini menghasilkan SPK, kriteria utama digunakan ketahanan terhadap penyakit dan harga bibit yang diberikan nilai prioritas sebesar 70%, kriteria lainnya sebesar 30%. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh tiga varietas padi yang direkomendasikan oleh sistem yaitu pertama jenis Kalimasada, kedua Inpasari 42 GSR dan ketiga jenis Mapan P-05. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat membandingkan beberapa metode serta menggabungkan kedalam sistem pakar untuk tingkat akurasi yang lebih baik
Cite
CITATION STYLE
Pawan, E., Jasuma, A., Arif, A. Y., & Kusrini, K. (2020). Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Bibit Padi Terbaik Menggunakan Metode Gap Kompetensi. SISFOTENIKA, 10(1), 24. https://doi.org/10.30700/jst.v10i1.511
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.