Nilai-nilai Desain Dalam Praktik dan Berpikir Desainer: Filosofi "Jalan Kayu" Barata Sena

  • Utomo T
  • Kusumarini Y
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam paradigma baru tentang peran dan tanggungjawab desainer menyatakan bahwa tidaklah cukup bagi desainer hanya membuat gambar dan memproduksi karya desain saja. Desainer  juga perlu memproduksi, membangun serta menciptakan nilai-nilai desain di dalam setiap karya yang diciptakannya. Bagaimana membangun tanggungjawab dan memproduksi nilai-nilai desain secara kongkrit bagi desainer saat ini menjadi topik bahasan yang penting untuk dielaborasi lebih lanjut. Melalui studi kasus yang dilakukan terhadap salah satu desainer produk interior/furnitur yang cukup unik di kota Solo, penelitian ini akan menggambarkan dan menganalisa secara deskriptif bagaimana seorang Barata Sena dengan kerangka berpikir filosofisnya yang dikenal sebagai “Jalan Kayu” membangun serta memproduksi nilai-nilai desain melalui perancangan produk Art Furniture. Nilai-nilai desain yang tertanam dari filosofi “Jalan Kayu” yaitu “menerima, memberi dan melepaskan” ternyata sejalan dengan pemikiran Papanek tentang nilai sosial dan moral desainer dalam praktik-praktik perancangan yang menekankan fungsi produk dan tanggungjawab desainer terhadap kesejahteraan dan kemanusiaan. Nilai-nilai desain ini juga beririsan serta bermuara pada konsep besar dari Triple Botton Line of Design ( Planet, People, Profit) sebagai tujuan besar sustainable development global.

Cite

CITATION STYLE

APA

Utomo, T. N. P., & Kusumarini, Y. (2020). Nilai-nilai Desain Dalam Praktik dan Berpikir Desainer: Filosofi “Jalan Kayu” Barata Sena. Jurnal Strategi Desain Dan Inovasi Sosial, 1(2), 187. https://doi.org/10.37312/jsdis.v1i2.1829

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free