MANAGEMEN HIPOKALEMIA PADA PASIEN PASKA CABG: STUDI KASUS

  • Sungkono S
  • Adam A
N/ACitations
Citations of this article
131Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hipokalemi merupakan kondisi dimana kadar kalium serum < 3,5 mmol/L. Hipokalemia akut paska bedah jantung sering terjadi akibat kehilangan urin, dan pergeseran intraseluler serta akibat hemodilusi setelah CPB (Cardiopulmonary bypass). Hipokalemia dapat memprovokasi terjadinya aritmia melalui perubahan pada sifat elektrofisiologi miosit jantung, termasuk peningkatan fase depolarisasi. Mempertahankan kadar kalium serum 4,5 mmol/L setelah operasi jantung dapat mengurangi terjadinya aitmia. Artikel ini merupakan studi kasus yang menggambarkan managemen keperawatan pada hipokalemia paska operasi CABG hari ke nol. Setelah dilakukan intervensi keperawatan berupa mempertahankan keseimbangan elektrolit (kalium) dalam range normal pasien tidak mengalami aritmia. Penerapan intervensi keperawatan managemen keseimbangan elektrolit (kalium) dapat mencegah terjadinya aritmia paska bedah CABG dan dapat meningkan outcomes pasien.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sungkono, S., & Adam, A. (2021). MANAGEMEN HIPOKALEMIA PADA PASIEN PASKA CABG: STUDI KASUS. Quality : Jurnal Kesehatan, 15(1), 37–43. https://doi.org/10.36082/qjk.v15i1.211

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free