Abstract
Jeruk Keprok 55 (Citrus reticulate) merupakan salah satu komoditas holtikultura yang mendapatkan prioritas untuk dikembangkan terutama di wilayah Kota Batu, Malang. Kendala utama yang dihadapi petani Jeruk Keprok 55 adalah masalah ketersediaan air. Kebutuhan air tanaman hanya mengandalkan suplai dari curah hujan yang tidak menentu, khususnya di daerah Selorejo. Oleh karena itu, pengelolaan irigasi yang tepat sangat dibutuhkan yang salah satunya dapat dilakukan dengan merencanakan secara mendetail kebutuhan air tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dan menghitung kebutuhan air tanaman dengan menggunakan software Cropwat 8.0 dan mengevaluasi hasil perhitungan dengan kondisi aktual di lapangan. Penelitian dilaksanakan pada Lahan Jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif serta pengolahan data menggunakan software Cropwat 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total Evapotranspirasi tanaman (ETc) selama masa pertumbuhan adalah 971,90 mm dengan evapotranspirasi aktual tanaman tertinggi dicapai pada bulan Oktober periode ketiga sebesar 34,80 mm dan terendah pada Februari periode ketiga sebesar 19,70 mm. Hasil perhitungan software Cropwat 8.0 dapat digunakan dalam penentuan awal tanam dan rencana jumlah kebutuhan irigasi. Namun demikian, pengoperasian harian perlu tetap dilakukan berdasarkan pengamatan kondisi tanaman dan hujan aktual untuk mempertahankan kadar air tanah berada pada rentang yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
Cite
CITATION STYLE
Susanawati, L. D., & Suharto, B. (2018). Kebutuhan Air Tanaman untuk Penjadwalan Irigasi pada Tanaman Jeruk Keprok 55 di Desa Selorejo Menggunakan Cropwat 8.0. Jurnal Irigasi, 12(2), 109. https://doi.org/10.31028/ji.v12.i2.109-118
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.