Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui peran modal sosial dalam pengembangan pertanian organik. Jenis penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan secara purposive sampling, jumlah informan sebanyak 7 orang terdiri atas: Kepala Desa Biangloe, Ketua Serikat Petani Alami Butta Toa, dan petani padi organik sebanyak 5 orang. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pertanian organik ditopang oleh peran modal sosial sebagai nilai perekat yang berkontribusi menguatkan peran kolektif, sebagai berikut: (1) Kepercayaan ditunjukkan melalui sistem keterbukaan, sikap jujur dalam memberikan informasi, dan bantuan baik moril maupun materil, (2) Norma sosial dengan berupa aturan tidak tertulis yang tidak terlepas dari budaya lokal serta nilai-nilai agama, (3) Jaringan sosial yang dimiliki dengan hadirnya Serikat Petani Alami Butta Toa sebagai mitra belajar petani, koperasi yang membantu petani dalam menentukan target pasar yang lebih jelas. Kerja sama yang ditunjukkan oleh petani organik dan non organik melalui interaksi serta upaya saling membantu dalam mengerjakan lahan.
Cite
CITATION STYLE
Fadliadi, F., Rumallang, A., & Tahir, R. (2023). PERAN MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK (Studi Kasus Petani Padi Di Desa Biangloe Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng). Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 9(1), 1031. https://doi.org/10.25157/ma.v9i1.9267
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.