Penggunaan kata umpatan di Twitter berdasarkan gender di pilkada Sumatera Utara 2018

  • Anggreni L
  • Nugroho R
  • Luthfi H
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
141Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Di dalam pandangan tradisional, perempuan distigmatisasi menjadi lemah lembut dan anggun. Oleh karena itu, sangat jarang kita melihat perempuan mengatakan kata kasar di ruang publik karena tabu bagi mereka. Media sosial menyediakan ruang virtual bagi orang untuk berinteraksi tanpa batas yang jelas. Orang-orang di Internet (netizen) dapat mengatakan hampir semuanya di media sosial tanpa memikirkan dampak negatif pada apa yang mereka katakan. Beberapa netizen melewati batas kesusilaan dengan mengucapkan kata kasar kepada netizen lain tanpa berpikir yang mungkin menyakiti seseorang. Studi terbaru menunjukkan bahwa kata-kata kasar dapat menyebabkan cyberbully yang pada akhirnya akan mengarah ke bunuh diri. Dengan demikian menggunakan kata kasar di media sosial mungkin memiliki dampak yang sama dengan menggunakannya dalam kehidupan nyata. Kemajuan media sosial telah menyebabkan penggunaannya dalam politik praktis. Kandidat politik menggunakan media sosial untuk mempromosikan profil mereka dan akhirnya mendapatkan pemilih. Sayangnya tidak semua dari mereka yang memposting komentar di media sosial beretika, termasuk perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Twitter dalam mengeluarkan kata umpatan berdasarkan perbedaan gender dalam pemilihan gubernur. Penelitian ini akan menganalisis Twitter sebagai platform media sosial paling umum yang digunakan dalam politik. Sebagai contoh, penelitian ini menangkap 5000 tweet dari pemilihan pilkada Sumatera Utara 2018 di Indonesia. Teknik statistik deskriptif digunakan dalam menganalisis data.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anggreni, L. S., Nugroho, R. A., Luthfi, H. S., Kresna, I. M., & Santoso, T. B. (2019). Penggunaan kata umpatan di Twitter berdasarkan gender di pilkada Sumatera Utara 2018. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(1), 121. https://doi.org/10.24198/jkk.v7i1.18447

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free