Adaptasi Pasar terhadap Tren Makanan Viral di Banjarmasin, Kalimantan Selatan: Peluang Bisnis bagi Wirausaha Kuliner Lokal

  • Mahdi Hidayatullah
  • Hastin Umi Anisah
N/ACitations
Citations of this article
51Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi adaptasi pasar terhadap tren makanan viral yang awalnya populer di Jawa dan kemudian diadopsi oleh usaha kecil di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Fenomena adopsi tren yang tertunda ini menghadirkan peluang bisnis bagi pengusaha kuliner lokal yang ingin menarik konsumen dengan produk yang telah terbukti laris di pasar. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi adaptasi pasar, strategi bisnis yang diterapkan, serta tantangan yang dihadapi dalam mengadopsi tren viral tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha kuliner di Banjarmasin, observasi lapangan untuk memahami perilaku konsumen, serta analisis dokumen dan media sosial untuk melacak penyebaran tren. Temuan menunjukkan bahwa adaptasi terhadap tren dipengaruhi oleh keterlambatan informasi, preferensi konsumen lokal, dan modal sosial. Para pengusaha lokal melihat keterlambatan ini sebagai peluang untuk mengurangi risiko investasi, meskipun tantangan tetap ada dalam hal orisinalitas produk dan mempertahankan minat konsumen.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mahdi Hidayatullah, & Hastin Umi Anisah. (2024). Adaptasi Pasar terhadap Tren Makanan Viral di Banjarmasin, Kalimantan Selatan: Peluang Bisnis bagi Wirausaha Kuliner Lokal. Jurnal Kajian Dan Penalaran Ilmu Manajemen, 2(4), 70–92. https://doi.org/10.59031/jkpim.v2i4.505

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free