Abstract
Fakta dilapangan menunjukan masih terdapat remaja yang kurang menerima dirinya terkait dengan kondisi fisik. Seringkali merasa malu, cemas, gelisah, khawatir, serta kurang percaya diri terhadap kondisi fisik yang dimiliki. Hal tersebut dapat membuat remaja mengalami perasaan insecure (tidak aman). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media bimbingan konten video YouTube untuk membantu meningkatkan penerimaan diri (self-acceptance) siswa SMP yang mengalami insecurity. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan yaitu (a) Analysis; (b) Design; (c) Development; (d) Implementation; dan (e) Evaluation. Untuk mengukur keberterimaan produk dilaksanakan beberapa uji validasi diantaranya uji ahli materi, uji ahli media, uji ahli instrumen, serta uji ahli calon pengguna. Hasil uji materi mendapatkan nilai total rata-rata 3,7 dengan kualifikasi sangat baik. Untuk hasil uji media mendapatkan nilai total rata-rata 3,9 hal ini menunjukkan kualitas produk yang sangat baik. Pada hasil uji instrumen pengukuran penerimaan diri mendapatkan nilai total rata-rata 3,9 hal ini juga menunjukkan instrumen yang dikembangkan layak diujikan kepada siswa. Selanjutnya untuk hasil uji calon pengguna (konselor) juga mendapatkan validitas yang sangat tinggi yakni perolehan kesepakatan indeks 1,00. Data deskriptif berupa kritik dan saran digunakan sebagai acuan penyempurnaan produk. Sehingga produk media bimbingan konten video YouTube dapat diterima serta bermanfaat dalam membantu meningkatkan penerimaan diri siswa yang mengalami insecure.
Cite
CITATION STYLE
Adiningtyas, M. D., Muslihati, M., & Indreswari, H. (2022). Pengembangan Media Bimbingan Konten Video Youtube untuk Meningkatkan Self-Acceptance Siswa SMP yang Mengalami Insecurity. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 2(2), 134–142. https://doi.org/10.17977/um065v2i22022p134-142
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.