Abstract
Kriminalitas perkotaan termasuk dalam permasalahan ekologi akibat interaksi berbagai faktor ekologi, sosial, dan ekonomi. Faktor-faktor yang diduga dapat memicu tingkat kriminalitas seperti ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH), kemiskinan ekstrem, kepadatan penduduk, cahaya saat malam hari, kekayaan relatif, dan jumlah layanan keamanan dan fasilitas ibadah. Proses identifikasi ruang terbuka hijau memanfaatkan Sentinel-2 Multi Spectral Instrument Level 2A dengan mengukur Enhanced Vegetation Index (EVI). Analisis regresi spasial dengan pembobot Queen Contiguity digunakan untuk melihat pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap tingkat kriminalitas antar wilayah. Diperoleh model Ordinary Least Squares lebih baik dibandingkan regresi spasial dikarenakan data tidak menunjukkan autokorelasi spasial antar wilayah, sehingga Ordinary Least Squares dapat digunakan sebagai model yang lebih sederhana. Jumlah penduduk miskin ekstrem signifikan mempengaruhi tingkat kriminalitas di Kota Medan. Implikasi kebijakan mencakup peningkatan cahaya malam di daerah rawan, akses ke RTH, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan layanan keamanan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman.
Cite
CITATION STYLE
Fitriyyah, N. R., & Pramana, S. (2024). Pemodelan Spasial RTH dan Faktor Ekologi Sosial Ekonomi Terhadap Kriminalitas Kota Medan Tahun 2022. Seminar Nasional Official Statistics, 2024(1), 1097–1108. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2024i1.2240
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.