Hubungan Kelebihan Berat Badan dengan Dysmenorrhea Primer pada Mahasiswi Universitas Batam Fakultas Kedokteran

  • Tjendera M
  • Suryanti
  • Tarigan W
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang: saat menstruasi dapat terjadi gangguan, gangguan yang paling sering terjadi yaitu nyeri haid atau dysmenorrhea. Dysmenorrhea primer dapat menyebabkan gangguan fisik tanpa adanya gangguan ginekologis di organ genitalia. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dysmenorrhea primer adalah kelebihan berat badan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelebihan berat badan dengan dysmenorrhea primer pada mahasiswi Universitas Batam Fakultas Kedokteran Angkatan 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Batam pada Maret 2021. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel 67 Mahasiswi. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis Chi-Square untuk hubungan kelebihan berat badan dengan dysmenorrhea primer diperoleh (p kurang dari 0,05) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat hubungan antara kelebihan berat badan dengan dysmenorrhea primer pada mahasiswi Universitas Batam Fakultas Kedokteran Angkatan 2021.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tjendera, M., Suryanti, & Tarigan, W. A. P. (2021). Hubungan Kelebihan Berat Badan dengan Dysmenorrhea Primer pada Mahasiswi Universitas Batam Fakultas Kedokteran. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam, 11(3), 142–151. https://doi.org/10.37776/zked.v11i3.939

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free