Abstract
Pemanasan global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas peristiwa iklim ekstrem seperti kekeringan. Penanggulangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh kekeringan perlu dilakukan. Akan tetapi informasi mengenai kekeringan lahan masih kurang untuk saat ini. Informasi mengenai kondisi keadaan permukaan diperlukan baik dalam bentuk data numerik maupun data spasial. Seiring dengan kemajuan teknologi, informasi spasial suatu wilayah dapat dilakukan dengan mudah. Sistem informasi geografis memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memvisualisasikan data spasial berikut atribut-atributnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran indeks kekeringan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar Provinsi Riau. Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan informasi spasial penyebaran indeks kekeringan sehingga dapat diambil tindakan untuk menghindari atau mengurangi dampak dari kekeringan tersebut. Terdapat dua analisis utama yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu analisis indeks kekeringan menggunakan metode KBDI dan analisis spasial indeks kekeringan metode KBDI tersebut. Analisis spasial menunjukkan hasil bahwa sifat kekeringan di lokasi penelitian didominasi oleh sifat “Sedang”. Kekeringan dengan kategori “Tinggi” dimulai pada bulan Juni dan berakhir di bulan September dengan sebaran kekeringan “Tinggi” terbesar terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Pada DAS Kampar tidak terjadi kekeringan “Ekstrim”. Kekeringan dengan kategori “Rendah” terjadi pada bulan November dan Desember.
Cite
CITATION STYLE
Ersyi Darfia, N., & Rahmalina2, W. (2019). ANALISIS SPASIAL INDEKS KEKERINGAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KAMPAR PROVINSI RIAU. Jurnal Infrastruktur, 5(2), 69–77. https://doi.org/10.35814/infrastruktur.v5i2.1010
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.