Perbandingan Roundtable On Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO)

  • Wulandari A
  • Nasution M
N/ACitations
Citations of this article
133Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Industri minyak sawit merupakan industri yang berperan dalam sektor perekonomian suatu negara. Industri kelapa sawit membutuhkan standar sertifikasi dalam memperkuat sistem industri dan langkah untuk tetap berkelanjutan. Sistem industri yang diperkuat berdasarkan ekonomis, hukum, sosial, dan ramah lingkungan. Penerapan standar sertifikasi kelapa sawit yang berkelanjutan antara lain Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Malaysian  sustainable Palm Oil (MSPO). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga standar sertifikasi dan mengetahui standar sertifikasi yang paling komprehensif. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriftif dan dianalisa secara komprehensif dari setiap indikator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total penilaian RSPO, ISPO dan MSPO masing-masing sebesar 77 poin, 56 poin dan 62 poin, sehingga dapat disimpulkan RSPO memiliki tingkat kedetailan dan persyaratan yang lebih komprehensif dibandingkan ISPO dan MSPO berdasarkan aspek sistem sertifikasi, sistem rantai pasok, perlindungan sosial dan lingkungan, perlakuan petani kecil/plasma, lahan gambut dan pembebasan tanah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wulandari, A., & Nasution, M. A. (2021). Perbandingan Roundtable On Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO). Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 29(1), 35–48. https://doi.org/10.22302/iopri.jur.jpks.v29i1.129

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free