Esensi Dan Substansi Berpikir Integratif-Interkonektif

  • Nurma Nawariah
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Diskursus integrasi-interkoneksi sejak kemunculannya dipermukaan sepuluh tahun silam, dewasa ini kian gencar diperbincangkan. Integratif –Interkonektif sendiri didasarkan pada paradigma agama dan sains integratif-interkonektif atau paradigma kesatuan dan terpadu/non dikotomik antara agama dan sains. Tujuan penelitian ini untuk membahas lebih lanjut mengenai substansi dan esensi berpikir integrative interkonektif di MIN 3 Pulang Pisau. Dari hasil wawacara penulis dengan kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Pulang Pisua, pembelajaran di Madrasah ini belum sepenuhnya hanya sebagian kecil memakai pendekatan integratif interkonektif antar PAI dan pelajaran umum. Pendekatan integratif interkonektif adalah paradigma relatif baru. Guru-guru di MIN 3 ini belum bisa menerapkan pendekatan integrative interkonektif karena belum paham dan kurang mengerti makna dari integrative interkonektif dalam pembelajaran.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurma Nawariah. (2023). Esensi Dan Substansi Berpikir Integratif-Interkonektif. Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Keagamaan, 20(3), 747–758. https://doi.org/10.53515/qodiri.2023.20.3.747-758

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free