Abstract
Permasalahan yang dialami mitra kelompok tani Langga Dua adalah limbah pertanian belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik, belum adanya keterampilan mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik, belum adanya pengetahuan membuat alat pencacah rumput sederhana menggunakan motor penggerak. Dengan demikian tujuan PKM ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra kelompok tani dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik, serta dapat merancang dan membuat alat pencacah rumput dengan menggunakan motor listrik sebagai penggerak. Diharapkan juga mitra dapat mengembangkan produk pupuk organik menjadi usaha baru. Pemanfaatan pupuk organik dari limbah pertanian (jerami dan daun hijauan) dalam berusaha tani, maka akan tercipta pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan. Metode pendekatan yang digunakan untuk melatih mitra adalah pelatihan dan demonstrasi, selain itu digunakan pula metode ceramah dan diskusi. Hasil yang didapatkan adalah mitra mampu menyadari kegunaan dari pupuk organik dan mampu memproduksi pupuk organik. Selain itu, mitra ke depannya lebih memilih menggunakan pupuk organik dibanding pupuk kimia.
Cite
CITATION STYLE
Setiawan, A. M., & Kardina, K. (2021). Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Pupuk Organik pada Kelompok Tani Lonrong Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng. KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 2(1), 19–23. https://doi.org/10.37010/kangmas.v2i1.215
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.