Karakteristik Arsitektur di Wilayah Budaya Betawi Ora

  • Firmansyah B
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Migrasi penduduk ke Batavia pada masa lalu membuat banyak penduduk asli terpinggirkan oleh pendatang. Masyarakat Betawi yang sebelumnya mayoritas bermukim di tengah kota, lambat laun menjadi minoritas, dan sebagian besar justru bermukim di kawasan pinggiran. Hal tersebut membuat secara spasial, wilayah budaya Betawi berkembang luas hingga ke Tangerang, Bekasi, Depok, dan sebagian dari Karawang. Wilayah budaya Betawi di bagian terluar (Betawi Budik/Ora) memiliki karakteristik yang berbeda, karena adanya pengaruh dari dua budaya yang secara geografis berdekatan, yaitu budaya Betawi dan Sunda. Hal ini juga tergambar dari arsitektur bangunan yang muncul, dimana seringkali bangunan hunian yang ada mengadopsi bentuk dan fungsi dari 2 karakter arsitektur yang berbeda, yaitu arsitektur Sunda dan Betawi. Pengamatan dilakukan terhadap beberapa bangunan hunian yang ada di kawasan Cikarang dan Pebayuran, Kabupaten Bekasi untuk mengetahui tipologi bangunan yang muncul dan kaitannya terhadap arsitektur Sunda dan Betawi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Firmansyah, B. (2018). Karakteristik Arsitektur di Wilayah Budaya Betawi Ora. MARKA (Media Arsitektur Dan Kota) : Jurnal Ilmiah Penelitian, 2(1), 9–16. https://doi.org/10.33510/marka.2018.2.1.9-16

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free