Penelitian awal ekstraksi emas dan logam lainnya dari tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides) menggunakan metode klorinasi basah

  • Alimano M
  • Rinjani R
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ekstraksi emas (Au) dengan metode sianidasi berpotensi memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Diperlukan alternatif lain untuk mengganti senyawa sianida. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah klorinasi. Telah dilakukan ekstraksi Au dari jaringan tanaman Akar Wangi ( Vetiveria zizanioides ) dengan metode klorinasi. Pada penelitian ini digunakan HCl dan H 2 O 2 sebagai oksidator Au. Kadar Au diukur dengan menggunakan Graphyte Furnace Atomic Absorption Analysis (GF-AAS). Hasil analisis menunjukkan Au dapat diekstrak dari percontoh abu jaringan tanaman. Kadar Au terukur pada percontoh berturut-turut 1,05; 1,29; dan 4,22 mg/kg.

Cite

CITATION STYLE

APA

Alimano, M., & Rinjani, R. R. (2017). Penelitian awal ekstraksi emas dan logam lainnya dari tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides) menggunakan metode klorinasi basah. Jurnal Teknologi Mineral Dan Batubara, 13(1), 45–51. https://doi.org/10.30556/jtmb.vol13.no1.2017.145

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free