Abstract
Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, khususnya di Sekolah Dasar, penekanan dilakukan terhadap Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yang mana persentase pengajaran pendidikan karakter mencapai 80 persen, dan hanya 20 persen untuk pengetahuan. Berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi Covid-19, pemerintah mengambil langkah antisipatif, yaitu menerapkan sistem pembelajaran secara daring untuk semua jenjang pendidikan. Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam memberikan materi pembelajaran dan menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada siswa. Berdasarkan hasil pra-survei, terdapat dua permasalahan: (1) guru-guru mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter utama, seperti religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong royong ke dalam RPP; (2) guru-guru sulit menentukan media pembelajaran yang tepat menjadi kelas online. Solusi yang diberikan oleh tim PKM adalah dengan memberikan pelatihan tentang cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam RPP dan cara membuat video pembelajaran untuk kelas daring. Narasumber dalam pelatihan ini adalah tim dosen dan mahasiswa FKIP Universitas Palangka Raya. Peserta pelatihan adalah seluruh guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Ghazali Palangka Raya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa guru telah berhasil merumuskan RRP yang memiliki nilai-nilai karakter yang terintegrasi dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Selain itu, mereka juga telah berhasil merancang video pembelajaran dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran daring.
Cite
CITATION STYLE
Ristati, R., & Savitri, S. (2022). Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Berbasis Kelas Online (Daring) pada Masa Pandemi COVID-19. Pengabdian Kampus : Jurnal Informasi Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, 9(1), 20–26. https://doi.org/10.52850/jpmupr.v9i1.4650
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.