Abstract
Kesalahan dalam memperkirakan tekanan pori dapat menimbulkan blowout selama proses pengeboran, terutama pada zona yang mengalami overpressure. Penelitian ini berfokus pada estimasi tekanan pori di Cekungan Jawa Timur Utara dengan menggunakan pendekatan Eaton (1975), yang divalidasi dengan data lapangan. Data log sumur yang dianalisis meliputi resistivitas, densitas, kecepatan sonic, dan porositas, yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan zona overpressure serta mengidentifikasi potensi reservoir. Hasil menunjukkan bahwa zona overpressure dimulai pada kedalaman 4600 kaki dan berlangsung hingga 9000 kaki. Interval antara 4800 hingga 7300 kaki teridentifikasi sebagai reservoir potensial, sedangkan batuan segel ditemukan pada 4000–4600 kaki. Cross plot antara parameter sonic dan densitas menunjukkan dominasi mineral smektit, menandakan belum terjadinya kompaksi sempurna akibat fluida terperangkap. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa mekanisme pembentukan overpressure didominasi oleh beban sedimen (loading). Estimasi tekanan pori yang presisi diperlukan untuk mengurangi risiko operasional dan mengoptimalkan eksplorasi hidrokarbon di kawasan ini.Errors in estimating pore pressure can cause blowouts during the drilling process, especially in overpressured zones. This study focuses on pore pressure estimation in the North East Java Basin using the approach, which is validated with field data. The well log data analyzed include resistivity, density, sonic velocity, and porosity, which are used to detect the presence of overpressure zones and identify reservoir potential. The results show that the overpressure zone begins at a depth of 4600 feet and lasts up to 9000 feet. The interval between 4800 to 7300 feet is identified as a potential reservoir, while seal rocks are found at 4000–4600 feet. The cross plot between sonic and density parameters shows the dominance of smectite minerals, indicating that perfect compaction has not occurred due to trapped fluids. This finding strengthens the suspicion that the overpressure formation mechanism is dominated by sediment loading. Precise pore pressure estimation is needed to reduce operational risks and optimize hydrocarbon exploration in this area.
Cite
CITATION STYLE
Anggi, M., Haris, A., & Rinaldo. (2025). Analisis Petrofisika dan Evaluasi Zona Overpressure sebagai Perangkap Hidrokarbon di Cekungan Jawa Timur Utara. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(5), 945–949. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i5.11199
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.