Faktor yang Berhubungan dengan Kebiasaan Merokok Pada Remaja di Desa Soga Kabupaten Soppeng

  • Erlani E
  • Lutfiyyah L
  • Rasman R
N/ACitations
Citations of this article
56Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia diperkirakan mencapai 70 juta orang, dan beberapa temuan lainnya dari (SKI) 2023 terkait rokok di Indonesia adalah kelompok anak dan remaja merupakan kelompok dengan peningkatan jumlah perokok yang paling signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan anatara akses rokok, pengetahuan, teman sebaya, promosi iklan, dukungan keluarga, dan kecanduan dengan kebiasaan merokok pada remaja laki-laki di Desa Soga Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian merupakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan keseluruhan remaja  laki–laki yang berada di desa Soga Kabupaten Soppeng sebanyak 200 remaja dengan usia 10-18 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 133 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kemudahan akses rokok dengan kebiasaan merokok pada remaja dengan p-value 0,005 < 0,05 dan OR 0,216, tidak ada hubungan teman pergaulan dengan kebiasaan merokok pada remaja dengan p-value 0,596 > 0,05 dan OR 0.784, ada hubungan pengetahuan dengan  merokok dengan p-value 0,001 < 0,05 dan OR 0,214, tidak ada hubungan promosi iklan sebagai faktor pemicu kebiasaan merokok dengan p-value 0,265 > 0,05 dan OR 0,599, ada hubungan keluarga dengan  merokok dengan p-value 0,005 < 0,05, dan OR 0,275 , ada hubungan kecanduan rokok dengan kebiasaan  merokok dengan p-value 0,001 <  0,05 dan OR 4,555. Kesimpulan dalam penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan merokok pada remaja di Desa Soga adalah multifaktorial, meliputi kemudahan akses rokok, pengetahuan, keluarga, dan kecanduan rokok, namun tidak termasuk faktor teman pergaulan dan promosi iklan rokok. Disarankan mengadakan program pendidikan kesehatan di sekolah-sekolah dan komunitas tentang bahaya merokok dan cara menghindari kecanduan rokok, melibatkan keluarga dalam upaya pencegahan kebiasaan merokok pada remaja, seperti mengadakan penyuluhan atau workshop tentang bagaimana mendukung anak-anak untuk tidak merokok, dan mengembangkan program pencegahan kecanduan rokok seperti konseling atau terapi perilaku, serta melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam upaya pencegahan kebiasaan merokok.

Cite

CITATION STYLE

APA

Erlani, E., Lutfiyyah, L., & Rasman, R. (2025). Faktor yang Berhubungan dengan Kebiasaan Merokok Pada Remaja di Desa Soga Kabupaten Soppeng. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 25(2), 285–300. https://doi.org/10.32382/sulo.v25i2.1774

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free