PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENGEMBANGKAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA UNTUK MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

  • Riska R
  • Dwi Puspita R
N/ACitations
Citations of this article
68Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak (Times New Roman 10, Bold, spasi 1, spacing before 12 pt, after 2 pt)   Pembelajaran berbasis masalah (PBL) telah teruji sebagai salah satu metode yang efektif dalam memperbaiki keahlian berpikir kritis siswa. Dalam konteks pendidikan di sekolah dasar, PBL menawarkan teknik yang menarik dan tepat sasaran dalam mengembangkan keterampilan kognitif siswa sejak dini. Pemecahan Masalah Nyata  PBL menghadirkan siswa dengan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, mendorong mereka untuk mencari solusi secara aktif. Proses ini melatih siswa untuk menganalisis situasi, mengumpulkan infomasi , dan mengevaluasi berbagai alternatif Solusi. Kolaborasi dan Komunikasi  PBL seringkali melibatkan kerja kelompok, yang mendorong siswa untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan mengkomunikasikan ide-ide mereka dengan jelas. Hal ini memberi pengaruh bagi kemajuan pengetahuan berpikir kritis yang komprehensif. Teori belajar kognitif adalah pendekatan dalam psikologi pendidikan yang menekankan pentingnya proses mental dalam pembelajaran. Teori ini berpusat pada bagaimana individu memproses, menyimpan dan mengambil informasi, serta bagaimana mereka memahami dan memanfaatkan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penerapan pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif bagi siswa di SDN 006 Sekolaq Darat, Kutai Barat. Teknik yang dipakai yaitu teknik kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Dalam konteks pendidikan, berpikir kritis dan kreatif membentuk keterampilan penting sehingga mampu mencapai profil pelajar Pancasila yang seimbang. Riset ini menyoroti pentingnya lingkungan sebagai tema pembelajaran untuk menambah kesadaran siswa terhadap isu-isu lingkungan yang relevan. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah tidak hanya meningkatkan kecakapan berpikir kritis dan kreatif siswa, tetapi meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Sehingga melalui penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan wawasan bagi guru mendesain kurikulum yang lebih efektif dan relevan. Kata Kunci: Pembelajaran berbasis masalah, berpikir kritis dan kreatif, teori belajar kognitif, profil pelajar Pancasila.This study aims to improve the critical and creative thinking skills of elementary school students through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model. The background of this research is the low level of students' higher-order thinking skills, due to the dominance of conventional teaching methods that fail to actively involve students in the learning process. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design, implemented in two cycles, with each cycle consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. The population in this study was fifth-grade students of an elementary school in Indonesia. The sample was selected using a purposive sampling technique, involving one class of 28 students. The research was conducted over two months, from February to March 2025, at SD Negeri Kutai, Indonesia. Data collection techniques included tests of critical thinking, student activity observation sheets, and creativity questionnaires. The research instruments consisted of a critical thinking test, a student activity observation sheet, and a creativity questionnaire. The data were analyzed using descriptive and comparative techniques between cycles to measure improvements in students’ thinking skills and learning activities. The results showed that the application of PBL significantly improved students’ critical and creative thinking abilities, as indicated by increased test scores, more active participation in learning activities, and higher creativity scores in each cycle. In addition, this model also supported the strengthening of Pancasila Student Profile values, such as collaboration, responsibility, and environmental awareness. Based on these findings, it can be concluded that Problem-Based Learning is an effective instructional method to foster students’ character development and 21st-century skills in elementary education

Cite

CITATION STYLE

APA

Riska, R., & Dwi Puspita, R. (2025). PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENGEMBANGKAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA UNTUK MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA. Jurnal Perseda : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(1), 77–86. https://doi.org/10.37150/perseda.v8i1.3091

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free