Abstract
Pelaksanaan suatu proyek sangat jarang ditemui suatu proyek yang berjalan tepat sesuai dengan yang direncanakan. Keterlambatan proyek sering kali menjadi sumber perselisihan dan tuntutan antara pemilik dan kontraktor, sehingga akan menjadi sangat mahal nilainya ditinjau dari sisi kontraktor maupun pemilik. Konsep Earned Value merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengestimasi waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan proyek dan mengestimasi biaya akhir proyek. Hasil studi menunjukkan bahwa sampai dengan evaluasi pada minggu ke 12 besarnya nilai ACWP adalah Rp. 700.549.206,41, BCWP adalah Rp. 903.305.976,67, dan BCWS adalah Rp. 1.145.023.561,43. Besarnya nilai varians biaya (CV) adalah Rp. 654.962.726 dan varians jadwal (SV) adalah Rp. –316.788.954. Angka tersebut menunjukkan bahwa biaya yang telah dikeluarkan lebih rendah dari anggaran yang direncanakan, namun pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan dibandingkan dengan rencana awal. Besarnya prakiraan biaya ETC (Estimate to Complete) adalah Rp. 537.603.222,04 dan EAC (Estimate at Complete) adalah Rp. 2.344.215.175,38. Lamanya TE (Time Estimate) waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek adalah 8,29 minggu
Cite
CITATION STYLE
Pribadi, R. A., & Abduh, M. (2022). Analisis Cost Performance Index (CPI) dan Schedule Performance Index (SPI) Menggunakan Metode Earned Value (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Gedung Pasar Bucor Kulon Kabupaten Probolinggo). Jurnal Media Teknik Sipil, 20(1), 14–23. https://doi.org/10.22219/jmts.v20i1.14620
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.