Abstract
Penelitian ini bertujuan: (1) memanfaatkan kertas koran bekas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dan (2) mengetahui keefektifan Na2SO4, CaCl2, dan MgSO4 sebagai zat untuk memurnikan bioetanol. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen. Pembuatan bioetanol diawali dengan proses pretreatment untuk delignifikasi. Hidrolisis kertas koran dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim selulase. Metode pemurnian bioetanol dari kertas koran dilakukan dengan metode destilasi yang dilanjutkan dengan metode desiccantion menggunakan bahan pengering MgSO4, Na2SO4, dan CaCl2. Uji karakterisasi bioetanol menggunakan instrumen Gas Chromatography/Mass Spectroscopy (GC-MS) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Pengukuran kadar bioetanol menggunakan instrumen Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: (1) kertas koran dapat digunakan sebagai bahan pembuatan bioetanol generasi kedua dengan proses pretreatment, hidrolisis enzimatis, fermentasi, dan destilasi (2) zat MgSO4, Na2SO4, dan CaCl2 dapat digunakan untuk memurnikan bioetanol dari kertas koran. Zat MgSO4 merupakan agen pengering yang paling optimum untuk memurnikan bioetanol dari kertas koran.
Cite
CITATION STYLE
Putri, C., & Utami, B. (2017). Pembuatan Bioetanol dengan Cara Hidrolisis Menggunakan Kertas Koran Bekas serta Pemurnian Menggunakan Agen Pengering (MgSO4, Na2SO4, dan CaCl2). JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia Dan Terapannya, 1(1), 10–15. https://doi.org/10.17977/um026v1i12017p010
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.