Tahap-tahap pendidikan karakter dalam pemikiran Ki Ageng Suryomentaram dan relevansinya dengan pendidikan akhlak Islam

  • Sumedi D
N/ACitations
Citations of this article
69Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Morality shows people’s life quality and how the moral education could influence them.The religious people have assumption that religion always teaches the followers to do goodness and forbid them from doing badness. Islam, in the context of Indonesia, is of course influenced by the real condition of the society. In relation to this, there is Javanese philosopher, Ki Ageng Suryomemtaram, who thought the character building that is still relevant. He thought, “feeling is the center of everyone’s personality”. Based on his idea and feeling, he divides them into four dimensions of life. Moralitas menunjukkan kualitas kehidupan masyarakat dan bagaimana pendidikan moral bisa mempengaruhi mereka. Orang-orang beragama memiliki asumsi bahwa agama selalu mengajarkan pengikutnya untuk berbuat baik dan melarangnya melakukan kesalahan. Islam, dalam konteks Indonesia, tentu saja dipengaruhi oleh kondisi riil masyarakatnya. Sehubungan dengan ini, ada filsuf Jawa, Ki Ageng Suryomemtaram, yang memikirkan pembangunan karakter yang masih dianggap relevan. Baginya, “perasaan adalah pusat dari kepribadian setiap orang”.Berdasarkan pemikirannya pada perasaan, dia membaginya menjadi empat dimensi kehidupan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sumedi, Dr. (1970). Tahap-tahap pendidikan karakter dalam pemikiran Ki Ageng Suryomentaram dan relevansinya dengan pendidikan akhlak Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 183. https://doi.org/10.14421/jpi.2012.12.183-201

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free