Abstract
Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia meninggalkan beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Salah satu dampak nyatanya adalah penurunan jumlah wisatawan yang ada di Indonesia yang berpengaruh terhadap kelancaran jalannya roda perekonomian masyarakat. Salah satu daerah yang mengalami penurunan jumlah wisatawan Secara drastis adalah Kabupaten Tanah Datar. Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dengan Pemerintah Kenagarian sepakat untuk melakukan kolaborasi dalam pemulihan pariwisata. Kolaborasi yang dilaksanakan menghasilkan satu buah kebijakan kerja sama yang bernama “Satu Nagari Satu Event”. Selain bertujuan untuk pemulihan pariwisata yang ada di Kabupaten Tanah Datar, Kolaborasi yang dilakukan juga bertujuan untuk pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan teori kolaborasi oleh Kirk Emerson. Dalam teori ini kualitas kolaborasi dapat diukur melalui tiga tahapan : dinamika kolaborasi, tindakan kolaborasi, dan dampak adaptasi kolaborasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan kenagarian yang melaksanakan kebijakan Satu Nagari Satu Event. Jenis data dalam penelitian ini dibagi atas data primer dengan teknik pengambilan data informan secara purposive sampling dan data sekunder berupa dokumen penunjang. Hasil penelitian ini dapat dilihat setelah melakukan perbandingan antara proses kolaborasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Pemerintah Kenagarian dengan kualitas dan tahapan dari teori kolaborasi oleh Kirk Emerson. Hasil dari kolaborasi yang dilakukan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Hal ini ditandai dengan peningkatan jumlah wisatawan, pelestarian kebudayaan yang ada di kenagarian, pemulihan sektor UMKM, dan tumbuhnya kemandirian nagari dalam pemanfaatan potensi pariwisata.The COVID-19 pandemic that hit Indonesia left a number of homework to be completed by the government. One of the real impacts is the decrease in the number of tourists in Indonesia which affects the smooth running of the community's economy. One area that has experienced a drastic decrease in the number of tourists is Tanah Datar District. To overcome the problems that occurred, the Tanah Datar Regency Government and the Kenagarian Government agreed to collaborate in tourism recovery. The collaboration that was carried out resulted in a collaborative policy called "Satu Nagari Satu Event". Apart from aiming to restore tourism in Tanah Datar Regency, the collaboration that is being carried out also aims to preserve culture in Tanah Datar Regency. This study uses collaboration theory by Kirk Emerson. In this theory the quality of collaboration can be measured through three stages: collaboration dynamics, collaborative actions, and the impact of collaboration adaptation. The approach used in this study is a qualitative approach. This type of research is descriptive. The research location is in Tanah Datar Regency, to be precise at the Tourism, Youth and Sports and Nagari Office which implements the “Satu Nagari Satu Event” policy. The type of data in this research is divided into primary data using purposive sampling technique of informant data collection and secondary data in the form of supporting documents. The results of this study can be seen after making a comparison between the collaboration process carried out by the Tanah Datar District Government and the Kenagarian Government with the quality and stages of collaboration theory by Kirk Emerson. The results of the collaboration carried out have a significant influence on the development of tourism in Tanah Datar Regency. This is marked by an increase in the number of tourists, the preservation of culture in the village, the recovery of the MSME sector, and the growth of the village's independence in exploiting tourism potential.
Cite
CITATION STYLE
Arrazak, H. (2024). Kolaborasi Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar dalam Pemulihan Pariwisata Pascapandemi Tahun 2021–2022. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 23(2), 221–234. https://doi.org/10.35967/njip.v23i2.714
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.