Perbedaan Tingkat Keterbukaan Diri Berdasarkan Konteks Budaya dan Jenis Hubungan

  • Boentoro R
  • Murwani E
N/ACitations
Citations of this article
119Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Keterbukaan diri sebagai perilaku komunikasi, berperan dalam pengembangan hubungan seseorang. Ketidakseimbangan tingkat keterbukaan diri antarpribadi yang berhubungan dapat menyebabkan situasi dan keintiman hubungan yang buruk. Oleh sebab itu perlu dipahami hal-hal yang menyebabkan tingkat keterbukaan diri seseorang. Penelitian ini melihat ada atau tidaknya perbedaan tingkat keterbukaan diri berdasarkan konteks budaya dan jenis hubungan. Teori yang diacu adalah Teori Penetrasi Sosial yang menjelaskan mengenai keterbukaan diri dalam suatu hubungan. Metode penelitian yang dipakai adalah survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner kepada 60 responden (30 responden berbudaya Jawa dan 30 responden berbudaya Batak). Data dianalisis dengan ANOVA untuk membandingkan keterbukaan diri antara konteks budaya dan jenis hubungan. Hasil penelitian membuktikan tiga hipotesis yaitu (a) ada perbedaan tingkat keterbukaan diri berdasarkan konteks budaya. (b) ada perbedaan tingkat keterbukaan diri berdasarkan jenis hubungan. (c) ada interaksi antara konteks budaya dan jenis hubungan dalam memengaruhi tingkat keterbukaan diri.

Cite

CITATION STYLE

APA

Boentoro, R. D., & Murwani, E. (2018). Perbedaan Tingkat Keterbukaan Diri Berdasarkan  Konteks Budaya dan Jenis Hubungan. Warta ISKI, 1(01), 41. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v1i01.7

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free