Abstract
Batuk merupakan salah satu gejala yang paling sering terjadi pada perokok. Perokok yang mengalami batuk banyak disebabkan paparan asap rokok yang masuk ke dalam saluran pernafasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi perokok terhadap gejala batuk yang dialami penggunaan obat batuk, dan pelayanan swamedikasi yang dilakukan oleh apoteker. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret - Juli 2016. Penelitian ini menggunakan metode mix method menggunakan desain penelitian sequential explanatory. Sampel penelitian (subjek) yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak100 orang, dan 12 diantaranya bersedia untuk dilakukan wawancara mendalam untuk mendapatkan data pendukung. Sampel penelitian adalah perokok aktif yang berusia 18-40 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang pernah mengalami kejadian batuk dan pernah menggunakan obat batuk. Hasil yang diperoleh yaitu jenis batuk yang dialami oleh perokok adalah batuk berdahak dan batuk tidak berdahak tergantung dari kategori perokok. Penggunaan obat batuk swamedikasi adalah salah satu cara yang banyak dilakukan oleh perokok aktif untuk mengurangi kejadian batuk yang dialami. Namun, masih banyak perokok yang salah dalam memilih dan menggunakan obat batuk karena pengetahuan yang dimiliki perokok aktif terhadap batuk masih kurang memadai.
Cite
CITATION STYLE
Lorensia, A., Yudiarso, A., & Arrahmah, R. (2018). Evaluasi Pengetahuan dan Persepsi Obat Batuk Swamedikasi oleh Perokok. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(4), 395. https://doi.org/10.30597/mkmi.v14i4.5065
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.