Abstract
Di era komunikasi digital, kecerdasan buatan (AI) memunculkan fenomena hiperealitas yang mengaburkan batas antara representasi dan realitas. Penelitian ini menganalisis konstruksi visual "Gemoy Prabowo" dalam kampanye Pilpres 2024 sebagai bentuk hiperealitas politik yang diproduksi melalui teknologi AI. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Gadamer dan Ricoeur, penelitian ini menafsirkan makna yang muncul dari representasi tersebut serta bagaimana audiens membangun pemahaman melalui horizon budaya digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur, analisis visual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra "gemoy" tidak hanya berfungsi sebagai strategi estetika, tetapi menjadi simulasi identitas politik yang menciptakan kedekatan emosional artifisial dengan pemilih muda. Representasi ini membentuk makna baru yang melampaui keaslian figur politik dan menegaskan pergeseran komunikasi politik menuju estetika pop-digital. Temuan ini memperlihatkan bahwa AI berperan signifikan dalam membangun realitas politik baru yang memengaruhi persepsi publik dalam konteks budaya media sosial.
Cite
CITATION STYLE
Haeril, F. K. (2025). Desain Makna Visual Citra Politik Berbasis AI: Kajian Hermeneutika Fenomena “Gemoy.” Artika, 9(2), 163–175. https://doi.org/10.34148/artika.v9i2.1354
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.