Abstract
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya paradigma dikotomik dalam pendidikan pada umumnya dan khususnya kurikulum pendidikan Islam. Akar sejarah munculnya pandangan dualisme pendidikan Islam bersumber dari pandangan formisme. Pandangan ini kemudian dikembangkan dalam aspek kehidupan dunia dan akhirat, kehidupan jasmani dan rohani, sehingga pengembangan kurikulum pendidikan Islam hanya dianggap berorientasi pada keakhiratan. Problem klasik tentang dikotomi-dualistik 'ilmu agama' dan 'ilmu umum' ini harus segera dituntaskan baik pada tingkat filosofis-paradigmatik maupun pada teknis departementalnya. Karena, ilmu pengetahuan adalah satu yaitu bersumber dari ayat-ayat Qur 'aniah dan kauniah.
Cite
CITATION STYLE
Ijudin, I. (2018). Mengembangkan Konsep Kurikulum Pendidikan Non-Dikotomik: Suatu Paradigma Baru Pendidikan Islam Indonesia. Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 5(1). https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v5i1.9034
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.