KERENTANAN PULAU SOPHIALOUSIA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN KONSEP PENANGANANNYA

  • Kadek Windy Candrayana
  • I Gusti Agung Putu Eryani
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi akibat peningkatan suhu menyebabkan terjadinya perubahan kondisi laut. Peningkatan muka air laut serta peningkatan kejadian gelombang tinggi merupakan dampak akibat perubahan iklim. Kondisi ini mengancam keberadaan pulau-pulau kecil di dunia termasuk Indonesia. Salah satu pulau yang rentan terhadap kondisi ini adalah Pulau Sophialousia yang merupakan batas sisi Selatan Indonesia dengan Australia. Kerentanan Pulau Sophialousia dianalisis dengan Integrated Coastal Vulnerability Index (ICVI) serta menambahkan parameter kenaikan muka air laut. Jumlah parameter yang ditinjau adalah 7 (tujuh) parameter yaitu tipe lereng pantai, kondisi pantai, persentase pengaman pantai, persentase kejadian badai, persentase kejadian rob, kenaikan muka air laut (SLR), dan penggunaan lahan.Pemodelan CMS-Wave digunakan untuk simulasi strategi penanganan sebagai upaya menurunkan resiko kerentanan pulau. Hasil penilaian kerentanan dengan ICVI menunjukkan Pulau Sophialousia tergolong kerentanan tinggi akibat perubahan iklim. Sehingga strategi penanganan yang direkomendasikan adalah dengan pembangunan floating breakwater serta pembuatan revetment. Floating breakwater berfungsi untuk mereduksi gelombang badai, dan revetment berfungsi untuk meningkatkan elevasi pulau sehingga tahan terhadap SLR.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kadek Windy Candrayana, & I Gusti Agung Putu Eryani. (2023). KERENTANAN PULAU SOPHIALOUSIA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN KONSEP PENANGANANNYA. PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 12(1), 106–113. https://doi.org/10.22225/pd.12.1.6525.106-113

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free