Abstract
Latar belakang: Chronotype merupakan preferensi biologis seseorang dalam memilih jam tidur dan waktu aktif (bangun) yang terbagi menjadi dua tipe yaitu morningness dan eveningness. Mahasiswa dengan tuntutan akademik serta non-akademik yang tinggi cenderung untuk memiliki preferensi eveningness. Dalam aspek psikis, chronotype eveningness dinilai turut berperan terhadap kejadian gangguan emosi, salah satunya yaitu depresi. Penelitian menilai hubungan antara chronotype dengan tingkat gejala depresi pada mahasiswa kedokteran tingkat pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode: Ini adalah studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling. Sebanyak 97 mahasiswa tingkat pertama menjadi responden penelitian. Morningness-Eveningness Questionnaire dan Beck Depression Inventory-II digunakan sebagai alat ukur. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Chi-square. Hasil: Responden yang memiliki chronotype morningness dan tidak memiliki gejala depresi sebanyak 35 mahasiswa (36%), sedangkan yang memiliki gejala depresi sebanyak 4 mahasiswa (4%). Responden yang memiliki chronotype eveningness dan tidak memiliki gejala depresi sebanyak 19 mahasiswa (20%) sedangkan yang memiliki gejala depresi sebanyak 39 mahasiswa (40%). Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p=0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara chronotype dengan tingkat gejala depresi pada mahasiswa kedokteran tingkat pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.
Cite
CITATION STYLE
Ratrin, A. F., Wilson, W., & Ilmiawan, M. I. (2021). Hubungan antara chronotype dengan tingkat gejala depresi pada mahasiswa kedokteran tingkat pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Jurnal Cerebellum, 6(3), 66. https://doi.org/10.26418/jc.v6i3.45311
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.