PERAN KOHERENSI DIRI TERHADAP RESILIENSI KELUARGA PADA ORANG TUA TUNGGAL

  • Helena C
  • Kinanthi M
N/ACitations
Citations of this article
61Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Keluarga dengan orang tua tunggal rentan mengalami tekanan atau situasi sulit. Agar dapat beradaptasi secara optimal, perlu dipastikan keluarga resilien. Dengan demikian, penting untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap resiliensi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran koherensi diri terhadap resiliensi keluarga dengan orang tua tunggal, yakni ibu. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan desain asosiatif. Partisipan yang terlibat dalam penelitian sebanyak 104 orang, yakni ibu yang merupakan orang tua tunggal, yang dipilih melalui convenience sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Sense of Coherence 13 (Antonovsky & Sourani, 1988) untuk mengukur koherensi diri dan Walsh Family Resilience Questionnaire (Walsh, 2012) untuk mengukur resiliensi keluarga. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi. Temuan penelitian ini menunjukkan koherensi diri berkontribusi secara signifikan dan positif terhadap resiliensi keluarga dengan orang tua tunggal, dengan kontribusi sebesar 58,2%. Temuan ini mengindikasikan pendekatan berbasis penguatan personal maupun keluarga dapat dipertimbangkan dalam memberdayakan keluarga dengan orang tua tunggal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Helena, C., & Kinanthi, M. (2021). PERAN KOHERENSI DIRI TERHADAP RESILIENSI KELUARGA PADA ORANG TUA TUNGGAL. Journal of Psychological Science and Profession, 5(3), 258. https://doi.org/10.24198/jpsp.v5i3.27018

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free