Abstract
Globalisasi bukan hanya menyisihkan bentuk kearifan lokal melainkan dapat memudarkan nilai-nilai dari sebuah budaya bangsa, seperti nilai kejujuran. Oleh karena itu, perlu adanya pembangkitan kembali sebuah budaya lokal yang sarat akan nilai-nilai kejujuran yang dapat ditanamkan pada anak usia sekolah dasar. Salah satu budaya kearifan lokal yang membantu mewujudkan karakter bangsa yaitu dengan membudayakan permainan tradisional Bali. Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis mengapa Permainan Tradisional Dengkleng (Engklek) masih dilaksanakan pada siswa Sekolah Dasar 6 Sukawati, menganalisis nilai pendidikan yang terkandung dalam Permainan Tradisional Dengkleng (Engklek) tersebutdan menganalisis implikasi Permainan Tradisional Dengkleng (Engklek) terhadap siswa-siswa di Sekolah Dasar 6 Sukawati. Teori yang di gunakan untuk memecahkan masalah penelitian ini adalah teori peran, teori humanistik dan teori behavioristik. Penelitian ini berbentuk rancangan kualitatif dengan pendekatan sosial-budaya
Cite
CITATION STYLE
Suadnyana, I. B. P. E. (2023). Seni Permainan Tradisional Dengkleng (Engklek) Sebagai Pembentuk Karakter Pada Siswa Sekolah Dasar. Widya Sundaram : Jurnal Pendidikan Seni Dan Budaya, 1(1), 28–43. https://doi.org/10.53977/jws.v1i1.1018
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.