Seni Permainan Tradisional Dengkleng (Engklek) Sebagai Pembentuk Karakter Pada Siswa Sekolah Dasar

  • Suadnyana I
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Globalisasi bukan hanya menyisihkan bentuk kearifan lokal melainkan dapat memudarkan nilai-nilai dari sebuah budaya bangsa, seperti nilai kejujuran. Oleh karena itu, perlu adanya pembangkitan kembali sebuah budaya lokal yang sarat akan nilai-nilai kejujuran yang dapat ditanamkan pada anak usia sekolah dasar. Salah satu budaya kearifan lokal yang membantu mewujudkan karakter bangsa yaitu dengan membudayakan permainan tradisional Bali. Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis mengapa Permainan Tradisional Dengkleng (Engklek) masih  dilaksanakan pada siswa Sekolah Dasar 6 Sukawati, menganalisis nilai pendidikan yang terkandung dalam Permainan Tradisional Dengkleng (Engklek) tersebutdan menganalisis implikasi Permainan Tradisional Dengkleng (Engklek) terhadap siswa-siswa  di Sekolah Dasar 6 Sukawati. Teori yang di gunakan untuk memecahkan masalah penelitian ini adalah teori peran, teori humanistik dan teori behavioristik. Penelitian ini berbentuk rancangan kualitatif dengan pendekatan sosial-budaya

Cite

CITATION STYLE

APA

Suadnyana, I. B. P. E. (2023). Seni Permainan Tradisional Dengkleng (Engklek) Sebagai Pembentuk Karakter Pada Siswa Sekolah Dasar. Widya Sundaram : Jurnal Pendidikan Seni Dan Budaya, 1(1), 28–43. https://doi.org/10.53977/jws.v1i1.1018

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free