Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk optimalisasi metode penetapan senyawa fitokimia dalam sirih merah (Piper crocatum) menggunakan teknik maserasi dengan pelarut n-heksana dan Gas Chromatography – Mass Spectrometry (GC-MS) melalui berbagai variasi konsentrasi. Sirih merah dikenal memiliki senyawa fitokimia sehingga berpotensi dalam pengembangan metode ekstraksi. Diperlukan analisis yang mendalam untuk pemahaman yang lebih komprehensif terhadap komposisi kimia tanaman ini terutama mempertimbangkan variasi konsentrasi dalam sampel. Penelitian terhadap komposisi fitokimia dalam sirih merah menjadi sangat penting dalam upaya memahami potensinya pada kesehatan dan produk herbal lainnya. Daun sirih merah dihaluskan dan diekstraksi dengan pelarut n-heksana melalui metode maserasi. Selanjutnya dilakukan variasi konsentrasi (volume/volume) pada larutan ekstrak yang dihasilkan. Kemudian, dilakukan analisis GC-MS pada setiap variasi konsentrasi untuk memperoleh profil senyawa fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode maserasi dengan pelarut n-heksana efektif dalam mengekstraksi senyawa-senyawa fitokimia dari sirih merah. Variasi konsentrasi yang tepat pada 400/1000 sampai dengan 600/1000. Variasi konsentrasi dalam analisis GC-MS memberikan informasi tambahan mengenai respons senyawa-senyawa terhadap perubahan konsentrasi sehingga memperkaya pemahaman kita tentang komposisi kimia tanaman ini. Hasil ini diharapkan dapat mendukung pemahaman lebih lanjut tentang pemanfaatan sirih merah secara optimal dalam bidang penelitian, praktikum, farmasi dan produk kesehatan berbasis herbal.
Cite
CITATION STYLE
Ardiansyah, A., & Wicaksono, A. T. (2024). Variasi Konsentrasi Senyawa Fitokimia Sirih Merah Dan Pelarut Heksana Menggunakan Gas Chromatography – Mass Spectrometry. Al Kawnu : Science and Local Wisdom Journal, 3(2), 36–43. https://doi.org/10.18592/ak.v3i2.11752
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.