P Perlawanan Laki-laki terhadap Toxic Masculinity dalam Serial Sugar Daddy

  • Maulida A
  • Ahmadi A
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk representasi toxic masculinity serta perlawanan karakter Derry terhadap konstruksi maskulinitas tradisional dalam serial Sugar Daddy. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis isi naratif. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan dan dialog dalam serial, kemudian dianalisis menggunakan teori toxic masculinity Kupers (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Derry pada awal cerita merepresentasikan maskulinitas toksik berupa penekanan emosi, isolasi diri, dan penolakan terhadap bantuan. Namun, melalui proses konseling dan relasi sosial, Derry mulai menunjukkan perubahan menuju maskulinitas baru yang empatik, reflektif, dan terbuka terhadap emosi. Transformasi ini memperlihatkan bahwa pengalaman trauma dapat menjadi titik balik bagi laki-laki untuk menolak konstruksi sosial yang menekan ekspresi emosional. Serial ini juga menonjolkan dinamika relasi interpersonal sebagai media penting dalam proses penyembuhan dan transformasi identitas. Selain itu, serial ini menyajikan pesan edukatif tentang pentingnya keseimbangan emosi dan kesetaraan gender dalam masyarakat modern. Dengan demikian, Sugar Daddy menjadi representasi penting dari perlawanan laki-laki terhadap toxic masculinity serta bentuk transformasi identitas maskulin di era modern yang lebih inklusif dan humanis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian sastra dan gender dengan menyoroti pergeseran nilai maskulinitas di budaya populer Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maulida, A., & Ahmadi, A. (2025). P Perlawanan Laki-laki terhadap Toxic Masculinity dalam Serial Sugar Daddy. Jurnal Lazuardi, 8(4), 8–21. https://doi.org/10.53441/jl.vol8.iss4.272

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free