Pendekatan Klinis Polisitemia

  • Cahyanur R
  • Rinaldi I
N/ACitations
Citations of this article
331Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Polisitemia atau eritrositosis merupakan peningkatan jumlah sel darah merah dalam sirkulasi. Polisitemia merupakan kasus yang bisa menimbulkan pertanyaan dan dilema bagi dokter. Artikel ini akan membahas tentang pendekatan diagnosis dan tata laksana polisitemia. Keluhan awal yang dirasakan oleh pasien umumnya nonspesifik, seperti lemas, pusing akibat hiperviskositas darah. Selain itu, hal penting yang harus diketahui adalah penyakit penyerta, obat-obat yang rutin digunakan, kebiasaan, riwayat trombosis (stroke, penyakit jantung) dan riwayat keluarga. Secara umum, pasien polisitemia memperlihatkan gejala plethora. Pemeriksaan status generalis kita mencari adanya tanda yang mengarahkan kepada polisitemia sekunder, seperti rendahnya saturasi oksigen yang dapat ditemui pada polisitemia sekunder. Pemeriksaan penunjang awal yang mudah dikerjakan adalah pemeriksaan darah tepi lengkap. Ferritin dan saturasi transferin dilakukan untuk menilai status besi yang dapat menyamarkan kejadian polisitemia, terutama bila gambaran darah tepi menunjukkan mikrositik hipokrom. Pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan molekular. Pada kasus polisitemia vera, upaya untuk mencegah terjadinya kejadian trombosis menjadi tujuan utama pengobatan. Pada kasus polisitemia sekunder, tata laksana dilakukan untuk mengidentifikasi penyakit yang mendasari serta mengobatinya, salah satunya dengan phlebotomi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Cahyanur, R., & Rinaldi, I. (2019). Pendekatan Klinis Polisitemia. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 6(3), 156. https://doi.org/10.7454/jpdi.v6i3.349

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free