PRINSIP "MAPAN DAHULU BARU MENIKAH" DALAM PERSPEKTIF ISLAM

  • Misbahuzzulam
  • Husnul Khuluq A
  • Wahid Abdullah M
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagian orang memiliki prinsip bahwa dia tidak akan menikah sebelum hidupnya mapan. Dalam bayangannya, semua apa yang dibutuhkan setelah menikah nanti harus terpenuhi.  Namun bila prinsip ini dipegang teguh lalu hidupnya tak kunjung mapan sampai dengan usianya yang sudah lanjut maka ini akan berakibat dia tidak akan menikah sampai di usia tersebut. Jika ketidakmapanannya itu berlanjut sampai akhir hayatnya maka dia tidak akan pernah menikah sepanjang hayatnya. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk menyadarkan setiap orang agar pandai melihat kondisinya masing-masing. Jangan sampai memegang prinsip yang menyulitkan dirinya, padahal dia tidak masalah bila meninggalkan prinsip itu. Dalam menyusun penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Adapun pengumpulan datanya, metode yang digunakan adalah library research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip mapan dulu baru menikah adalah prinsip yang kurang selaras dengan syari'at Islam, karena syari'at Islam menganjurkan untuk menikah tanpa mempersyaratkan harus mapan terlebih dahulu. Di samping berbagai dalil menunjukkan ketidakselarasan tersebut, prinsip seperti itu bisa mempersulit terjadinya pernikahan karena tidak kunjung mapan. Kata Kunci: prinsip, mapan, menikah

Cite

CITATION STYLE

APA

Misbahuzzulam, Husnul Khuluq, A., & Wahid Abdullah, M. (2023). PRINSIP “MAPAN DAHULU BARU MENIKAH” DALAM PERSPEKTIF ISLAM. Al-Majaalis, 11(1), 1–15. https://doi.org/10.37397/amj.v11i1.462

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free