Abstract
Biji Habbatussauda’ (Nigella sativa) diketahui mengandung antioksidan yang dapat mengurangi aktivitas radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan senyawa polar dari ekstrak etanol dan air. Penelitian ini dilakukan dengan membuat ekstrak pelarut etanol 96% dengan metode maserasi dan pelarut air dengan metode pembekuan yang diuapkan dengan freeze dry . Uji fitokimia yang dilakukan meliputi meliputi 5 golongan senyawa yaitu terpenoid, saponin, tanin, alkaloid dan flavonoid. Pengujian antioksidan pada keduanya menggunakan kontrol positif berupa asam askorbat (vitamin C) dengan konsentrasi 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 ppm. Blanko yang digunakan dalam penelitian ini adalah DPPH 0,1 mM. Pengujian dilakukan dengan mereaksikan 1 ml sampel dan 1 ml DPPH dengan menggunakan operating time selama 30 menit untuk diukur absorbansinya dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Data yang diperoleh dihitung untuk mengetahui nilai IC 50 dari masing-masing sampel sehingga diketahui hasil perbandingan dari keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian fitokimia ekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96 % dari pengujian fitokimia adalah positif sedang ekstraksi dengan freeze dry menggunakan pelarut air negatif pada terpenoid. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak air memiliki aktivitas antioksidan yang lebih besar dibanding ekstrak etanol yang mana keduanya termasuk ke dalam kategori antioksidan bersifat sangat kuat karena kurang dari 50 ppm. Nilai IC 50 dari vitamin C 4,513 dan nilai IC 50 dari ekstraksi dengan maserasi dan dengan freeze dry adalah 4,402 dan 4,277.
Cite
CITATION STYLE
Rini, Y. C., Susilowati, F., & Amal, A. S. S. (2020). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan Ekstrak Air Biji Habbatussauda’ (Nigella sativa). Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy, 4(1). https://doi.org/10.21111/pharmasipha.v4i1.3945
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.