PELATIHAN KADER POSYANDU REMAJA WUJUD PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN REMAJA SECARA HOLISTIK

  • Dhamayanti M
  • Pandia V
  • Arisanti N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Survei Kesehatan Berbasis Sekolah di Indonesia tahun 2015 (GSHS) menunjukkan tingginya faktor risiko kesehatan remaja antara lain 41,8% remaja laki-laki dan 4,1% remaja perempuan mengaku pernah merokok. Data lainnya 124,4% remaja laki-laki dan 5,6% remaja perempuan pernah mengkonsumsi alkohol dan 2,6% remaja laki-laki pernah mengkonsumsi narkoba. Masalah perilaku seksual 8,26% remaja laki-laki dan 4,17% remaja perempuan pernah melakukan hubungan seksual.  Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan peningkatan kesehatan remaja secara holistik melalui literasi kesehatan. Tujuan kegiatan: pemberdayaan remaja untuk meningkatkan kesehatan diri dan teman sebaya melalui posyandu remaja. Metode pelaksanaan: kegiatan pelatihan kader posyandu remaja. Hasil kegiatan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan kader remaja tentang posyandu remaja dari 8.7 menjadi 8.8. Kesimpulan: kegiatan pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan pengetahuan kader remaja.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dhamayanti, M., Pandia, V., Arisanti, N., Azriani, D., Bustami, L. E. S., Widyasih, H., & Kresnayana, M. Y. (2023). PELATIHAN KADER POSYANDU REMAJA WUJUD PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN REMAJA SECARA HOLISTIK. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 140–145. https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i2.1187

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free