Kaidah Al-Taqdi>m Wa Al-Takhi>r dalam Al-Qur’an

  • Thahir I
N/ACitations
Citations of this article
64Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Al-Qur’an sebagai kalam Allah memiliki kemukjizatan dari berbagai aspeknya. Hal ini tidak lepas dari kedudukan al-Qur’an sebagai risalah Allah bagi seluruh umat manusia. Untuk mengetahui betapa besarnya rahasia al-Qur’an maka perlu mengkaji makna dan kandungan ayat-ayatnya, sehingga bentuk daripada pengetahuan terhadap al-Qur’an adalah bagaimana mengetahui penafsiran al-Qur’an itu sendiri.  Penafsiran al-Qur’an membutuhkan perangkat ilmu untuk membantu memahami makna-maknanya. Salah satu aspek yang menakjubkan adalah dari sisi al-taqsim wa al takhir. Taqdi>m dan Takhi>r yang dimaksudkan dalam kaidah ini adalah mendahulukan atau mengakhirkan satu lafad| atau ayat yang satu dari satu lafad| atau ayat yang lain. Atau memposisikan suatu lafad| sebelum posisinya yang asli, atau sesudahnya untuk memperlihatkan kehususan ,keutamaan, dan urgensi dari lafad| tersebut Dan merupakan pembuktian bahwa betapa uslub bahasa al-Qur’a>n sangat tinggi nilai keindahannya, dan bahwa sampai kapanpun al-Quran akan tetap surpive –autentik- baik aspek bahasa maupun nilai-nilai yang terkandung didalamnya

Cite

CITATION STYLE

APA

Thahir, I. (2020). Kaidah Al-Taqdi>m Wa Al-Takhi>r dalam Al-Qur’an. Jurnal Ilmiah Islamic Resources, 16(2), 135. https://doi.org/10.33096/jiir.v16i2.15

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free