Abstract
Burnout merupakan ancaman yang serius bagi orang tua Kristen akibat Covid-19, karena dapat berdampak baik pada fisik, emosi, maupun perilaku yang justru bukan mendidik dan mendampingi anak dengan efektif melainkan dapat merusak mental anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara religious focus coping dengan burnout pada orang tua Kristen di Bandung Barat. Analisis data menggunakan teknik bivariate correlations dengan teknik sampling menggunakan stratified random sampling. Oleh karena jumlah populasi tidak diketahui secara pasti maka untuk menetapkan jumlah sampel menggunakan rumus dari Roscoe yaitu jumlah sampel minimal berjumlah 10 x jumlah variable. Penelitian ini menggunakan dua variable yaitu religious focus coping dan burnout. Jadi jumlah sampel minimal seharusnya 20. Dalam penelitian ini melibatkan 43 orang tua Kristen, artinya jumlah sampling yang ditentukan telah memenuhi syarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi religious focus coping dengan burnout sebesar – 0.495, artinya cukup kuat. Sedangkan nilai koefisien bertanda – (negatif) berarti burnout berkurang atau menurun oleh karena religious focus coping tinggi. Signifikansi korelasi adalah 0.001, lebih kecil dari signifikansi alpha > 0.05. Oleh karena signifikansi sebesar 0.001 kurang dari 0.05 maka hipotesis 0 (Ho) ditolak sedangkan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya ada korelasi atau hubungan yang berarti antara religious focus coping dengan burnout orang tua Kristen.
Cite
CITATION STYLE
Alouw, R., Sawitri, R. M., Triyadi, S., & Sihombing, S. (2023). Korelasi antara Religious Focus Coping dengan Burnout Akibat Covid-19 yang Dialami Orang Tua Kristen di Bandung Barat. SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI, 12(2), 171–184. https://doi.org/10.46495/sdjt.v12i2.168
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.