Hiperurisemia Berhubungan Terhadap Status Fungsional Pada Lansia DI UPT. Puskesmas Janti Malang

  • Amalia N
  • Prastowo B
  • Rosidah N
N/ACitations
Citations of this article
88Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Peningkatan kadar asam urat serum secara tidak normal umumnya disebut hiperurisemia. Nyeri, bengkak, dan keterbatasan gerak menjadi tanda dan gejala hiperurisemia yang mengambat pergerakan tubuh sehingga terjadi penurunan status fungsional. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara hiperurisemia terhadap status fungsional pada lansia. Studi ini dirancang menggunakan pendekatan cross-sectional study.  Responden lansia yang berada di UPT Puskesmas Janti Malang sejumlah 40 orang (N). Kadar asam urat diukur dengan GCU meter dan status fungsional diukur dengan Functional Status Questionnaire (FSQ). Data yang diperoleh dipelajari dengan uji statistik pearson. Hasil penelitian ini sejumlah 22 responden (55%) kategori usia lanjut (senium) berisiko terkena hiperurisemia. Pada kelainan metabolik tersebut di dominasi oleh wanita sebanyak 26 responden (65%). Hiperurisemia di dominasi dengan sering mengkonsumsi tinggi purin sejumlah 23 responden (57%). Nilai status fungsional cenderung dengan hasil warning zone. Uji pearson diperoleh hiperurisemia dan status fungsional memiliki hubungan signifikan dengan kategori sedang dan negatif. Analisa hubungan terhadap status fungsional pada lansia memiliki hubungan signifikan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Amalia, N. S., Prastowo, B., & Rosidah, N. (2024). Hiperurisemia Berhubungan Terhadap Status Fungsional Pada Lansia DI UPT. Puskesmas Janti Malang. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 11(7), 1428–1435. https://doi.org/10.33024/jikk.v11i7.15398

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free