Temuan Mikroplastik pada Sedimen Sungai Progo dan Sungai Opak Kabupaten Bantul

  • Utami I
N/ACitations
Citations of this article
182Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Di Kabupaten Bantul terdapat dua sungai besar yang digunakan sebagai air baku dan tempat memancing warga, yaitu Sungai Opak dan Sungai Progo yang masih belum terdata pencemaran mikroplastiknya. Padahal mikroplastik sudah banyak dipublikasikan mencemari sungai di Indonesia dan membahayakan bagi makhluk hidup jika terkonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelimpahan mikroplastik pada sedimen Sungai Opak dan Sungai Progo di Kabupaten Bantul. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada bulan Desember 2020 dimana masing-masing sungai terdapat dua stasiun dan dalam satu stasiun diambil tiga sampel sedimen. Setiap sampel dilakukan penyaringan, pengeringan, penimbangan berat kering, pemisahan densitas, pemilahan secara visual untuk menghitung kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian menunjukan bahwa mikroplastik berada pada seluruh sampel sedimen Sungai Progo dan Sungai Opak dengan.rentang kelimpahan mikroplastik pada Sungai Progo sebesar 209,37 hingga 1.173,25 partikel/kg dan Sungai Opak sebesar 314,54 hingga 3.729,67 partikel/kg. Kelimpahan mikroplastik tertinggi terdapat pada sampel sedimen Sungai Opak dengan rata-rata sebesar 1.799,33 ± 1.430,87 partikel/kg. Adanya pertemuan dengan Sungai Code, Sungai Gadjahwong dan Sungai Oyo, serta buangan air lindi TPA Piyungan ke Sungai Opak membuat kelimpahan mikroplastik di Sungai tersebut sangat tinggi terutama di bagian hilir sungai.   Kata Kunci: kelimpahan, bantul, mikroplastik, sungai opak, sungai progo

Cite

CITATION STYLE

APA

Utami, I. (2022). Temuan Mikroplastik pada Sedimen Sungai Progo dan Sungai Opak Kabupaten Bantul. Jurnal Riset Daerah, 22(1), 4175–4184. https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v22i1.21

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free