Abstract
AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan menanya dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan rancangan posttest only control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di gugus II Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar yang berjumlah 76 siswa dengan sampel sebanyak dua kelas yang berjumlah 52 siswa yang dipilih dengan teknik random sampling. Data kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan menanya masing-masing dikumpulkan dengan tes objektif dan tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan kemampuan menanya antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; (3) secara simultan terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan menanya antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata kunci: kemampuan berpikir tingkat tinggi, kemampuan menanya, model pembelajaran berbasis masalah
Cite
CITATION STYLE
Sugianti, L., -, S., & Marhaeni, A. A. I. N. (2018). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN KEMAMPUAN MENANYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD. PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 2(1), 35–46. https://doi.org/10.23887/jpdi.v2i1.2691
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.