Abstract
Agroindustri merupakansistempengolahansecaraterpaduantara area pertaniandengan area industrisehinggadiperolehnilaitambah. Pisang merupakan salah satukomoditasunggulan yang dimilikiKabupatenCiamis, akantetapibuah pisang memilikisifat yang tidaktahan lama dan mudahbusuk, sangatdibutuhkansuatupenindakanpascapanen yang sanggupmemberinilaitambah. Penelitianinimenggunakanduajenis pisang yang berbeda, yaitu pisang ambon dan nangka. Tujuanpenelitianiniuntukmengetahuikeragaanagroindustri pisang menjadi sale pisang ambon dan keripik pisang nangkasertamengetahuibesarnyanilaitambah, dan keuntunganpengolahan pisang menjadi sale pisang ambon dan keripik pisang nangka. Metodepenelitianmenggunakanmetodestudikasus. Pengambilanlokasipenelitiandilakukansecarasengaja (purposive), Metodeanalisis yang digunakanadalahmetodeanalisis Hayami. Hasil penelitianmenunjukankeragaanagroindustri sale dan keripik pisang respondenterdiridaripengadaanbahanbaku pisang hinggapengolahan pisang masihdilakukansecaratradisional. Nilai tambahpengolahan sale pisang ambonadalah Rp. 3.820 per kg denganrasio 31,83 persen dan keripik pisang nangkamemilikinilaitambahsebesar Rp. 9.350 per kg denganrasio 51,94 persen. Sedangkankeuntunganpengolahan sale pisang ambonsebesar Rp. 2,320 per kg denganrasio 19,33 persen dan keripik pisang nangkamemilikikeuntungansebesar Rp. 7.351 per kg denganrasio 40,83 persen
Cite
CITATION STYLE
Perdani, A. P. (2022). Nilai Tambah Sale Pisang dan Keripik Pisang Pada Industri Rumah Tangga. Jurnal Agristan, 4(2), 192–201. https://doi.org/10.37058/agristan.v4i2.5865
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.