Abstract
Penerapan budaya kerja aparatur sipil negara tampaknya tidak dapat dipisahkan dalam upaya meningkatkan kinerja untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan organisasi. Melaksanakan Budaya Kerja mempunyai arti yang sangat dalam, karena akan merubah sikap dan perilaku ASN untuk mencapai produktivitas kerja yang lebih tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan. Nilai-nilai yang terdapat dalam budaya kerja yang dipatuhi oleh para pegawai akan mampu mengarahkan suatu pekerjaan menjadi bermutu dan produktif. Namun ternyata tidak mudah dalam merubah pola pikir dan budaya kerja aparatur lama yang telah tertanam dan berakar kuat menjadi budaya kerja baru sehingga dapat berkinerja tinggi. Kepemimpinan memegang peran yang penting dalam penerapan buadaya kerja pada suatu organisasi. Dengan keteladanannya dan komitmen bersama diharapkan dapat mewujudkan rasa memiliki yang kuat terhadap budaya organisasinya. Penguatan budaya kerja yang dikehendaki dari ASN dapat diperoleh melalui tahap perumusan nilai (core value), implementasi budaya kerja serta tahap monitoring dan evaluasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, aparatur BPSDM Provinsi Jawa Barat dalam menerapkan nilai-nilai budaya kerja secara umum dalam kategori baik, namun perlu ada penguatan melalui formalisasi nilai-nilai budaya kerja sebagai nilai organisasi.Kata kunci: budaya kerja, penerapan, komitmen
Cite
CITATION STYLE
Purwanto, J. H. (2020). Analisis Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara: Studi Kasus Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat. Jurnal Pembangunan Dan Administrasi Publik. https://doi.org/10.32834/jpap.v2i2.237
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.