Abstract
ABSTRAKPendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia dengan insiden yang tinggi, tingkat keparahan, dan banyaknya wilayah endemik terutama pada negara tropis dan sub tropis. Terjadi peningkatan kasus DBD di Provinsi DKI Jakarta, dengan persentase kasus lebih besar pada usia anak-anak. Penting untuk mengetahui lebih dalam terkait gejala klinis dan karakteristik laboratorium antara anak-anak dan dewasa untuk memudahkan diagnosis DBD. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran serta perbedaan gejala klinis dan karakteristik laboratorium pasien DBD antara anak-anak dan dewasa di Provinsi DKI Jakarta. Bahan dan Metode: Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional deskriptif menggunakan data sekunder sentinel arbovirosis, Subjek penelitian merupakan pasien yang melakukan pemeriksaan tes RDT NS1 sebanyak 478 pasien. Data dikumpulkan pada Bulan Juni–September 2022. Hasil/Temuan penelitian: Hasil menunjukkan terdapat 104 pasien (21,8%) terkonfirmasi positif DBD dari keseluruhan kasus supek. Dengan persentase kasus lebih banyak pada usia anak-anak (55,8%) dibandingkan usia dewasa (44,2%). Gejala yang umum terjadi pada anak-anak adalah demam (98,3%), nyeri otot (44,8%), muntah (41,4%), nyeri sendi (34,5%), dan nyeri ulu hati (29,3%). Gejala yang umum terjadi pada dewasa adalah demam (100%), nyeri otot (63%), nyeri sendi (54,3%), muntah (50%), dan nyeri konjungtivis (30,4%). Gejala nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri konjungtivis lebih banyak dikeluhkan pada usia dewasa. Leukopenia dan trombositopenia banyak ditemukan pada kedua kelompok. Hemokonsentrasi ditemukan lebih banyak pada usia anak-anak (50%). Rata-rata kadar trombosit jauh lebih rendah pada usia dewasa (140.000/µL). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan gejala klinis dan karakteristik laboratorium pasien DBD antara usia anak-anak dan usia dewasa (Pvalue >0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan gejala klinis dan karakteristik laboratorium antara anak-anak dan dewasa. Akan tetapi gejala nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri konjungtivis lebih banyak terjadi pada usia dewasa. Hemokonsentrasi lebih banyak terjadi pada anak-anak serta kadar trombosit lebih rendah pada usia dewasa. Perlu dilakukan penelitian berbasis populasi yang lebih besar untuk membuktikan perbedaan antara kedua kelompok tersebut.Kata kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD), Gejala Klinis, Laboratorium, Anak-anak, Dewasa
Cite
CITATION STYLE
Salamah, Q. N., Adnan, N., & Adi, S. (2023). Gejala Klinis dan Karakteristik Laboratorium Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak-anak dan Dewasa di Provinsi DKI Jakarta. Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa, 10(3), 166. https://doi.org/10.29406/jkmk.v10i3.5952
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.