Studi Cemaran Cendawan Pasca Panen Pada Emping Melinjo di Kabupaten Serang

  • Khastini R
  • Maryani N
  • Wahyuni I
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Emping melinjo merupakan makanan khas Banten yang terbuat dari biji melinjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cendawan yang terdapat dan mencemari emping melinjo. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan pada dua daerah di Kabupaten Serang yaitu Waringinkurung dan Ciomas. Cendawan yang terdapat pada sampel emping melinjo diisolasi dengan media PDA. Proses identifikasi dilakukan dengan mengamati morfologi isolat secara makroskopis dan mikroskopis. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 11 jenis berhasil diisolasi yaitu Aspergillus, Basipetospora, Paecilomyces, Rhizopus, Cladosporium, Fusarium, dan Candida. Indeks dominasi terbesar adalah genus Aspergillus memiliki nilai 3,44. Fusarium, Basipetospora, dan Cladosporium memiliki nilai 0,81, Paecilomyces dan Rhizopus 0,02. Intensitas cemaran terbesar 26,8% terdapat pada produsen Ciomas, 3,12% pada distributor Ciomas. 1,2% pada produsen Waringinkurung, dan 2,4 % distributor Waringinkurung

Cite

CITATION STYLE

APA

Khastini, R. O., Maryani, N., Wahyuni, I., & Pratiwi Tri Lantafi, N. (2020). Studi Cemaran Cendawan Pasca Panen Pada Emping Melinjo di Kabupaten Serang. Leuit (Journal of Local Food Security), 1(2), 49. https://doi.org/10.37818/leuit.v1i2.10012

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free