Abstract
Emping melinjo merupakan makanan khas Banten yang terbuat dari biji melinjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cendawan yang terdapat dan mencemari emping melinjo. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan pada dua daerah di Kabupaten Serang yaitu Waringinkurung dan Ciomas. Cendawan yang terdapat pada sampel emping melinjo diisolasi dengan media PDA. Proses identifikasi dilakukan dengan mengamati morfologi isolat secara makroskopis dan mikroskopis. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 11 jenis berhasil diisolasi yaitu Aspergillus, Basipetospora, Paecilomyces, Rhizopus, Cladosporium, Fusarium, dan Candida. Indeks dominasi terbesar adalah genus Aspergillus memiliki nilai 3,44. Fusarium, Basipetospora, dan Cladosporium memiliki nilai 0,81, Paecilomyces dan Rhizopus 0,02. Intensitas cemaran terbesar 26,8% terdapat pada produsen Ciomas, 3,12% pada distributor Ciomas. 1,2% pada produsen Waringinkurung, dan 2,4 % distributor Waringinkurung
Cite
CITATION STYLE
Khastini, R. O., Maryani, N., Wahyuni, I., & Pratiwi Tri Lantafi, N. (2020). Studi Cemaran Cendawan Pasca Panen Pada Emping Melinjo di Kabupaten Serang. Leuit (Journal of Local Food Security), 1(2), 49. https://doi.org/10.37818/leuit.v1i2.10012
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.