Apakah sastra mampu menurunkan cognitive closure pada narapidana terorisme di Indonesia?

  • Kurniawan W
  • Mujahid D
  • Usman Y
N/ACitations
Citations of this article
36Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu faktor penyebab radikalnya seseorang dapat dipengaruhi oleh tingginya need for closure. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa membaca sastra menjadi salah satu strategi yang dapat digunakan untuk program deradikalisasi sebagai upaya menurunkan need for closure. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sastra dalam menurunkan need for closure. Penelitian ini menggunakan rancangan small sample experiment desain A-B selama tujuh hari dan empat hari pada dua kelompok yang berbeda. Partisipan penelitian ini adalah 4 orang narapidana teroris Lapas 1 Makassar dan 3 orang narapidana Lapas 1 Surabaya. Hasil penelitian ini memperlihatkan terjadinya penurunan need for closure setelah membaca sastra namun tidak signifikan. Kedepannya, butuh waktu yang lebih panjang untuk dapat memperoleh hasil yang signifikan dalam program deradikalisasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kurniawan, W., Mujahid, D. R., & Usman, Y. A. (2018). Apakah sastra mampu menurunkan cognitive closure pada narapidana terorisme di Indonesia? Jurnal Psikologi Sosial, 16(2), 114–124. https://doi.org/10.7454/jps.2018.11

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free